Selasa, 22 April 2014

Pantun Warga Negara yang Baik

Matahari siang sangatlah terik
Berlari-lari pastilah lelah
Jika ingin menjadi warga negara yang baik
Meminta maaflah jika bersalah

William~

Sketsa Warga Negara yang Baik

Tim Sars Membantu Korban Banjir


" Warga negara yang baik adalah warga yang suka menolong saudaranya yang sedang kesusahan, seperti tim sars yang selalu menolong korban-korban banjir di manapun"

Puisi Demokrasi

Demokrasi yang Indah

Demokrasi untuk keadilan kita
Demokrasi menghasilkan keputusan bersama yang baik
Pemerintahan mendengarkan rakyat, dan rakyat mendengarkan pemerintahan
Tidak dengan kekerasan !
Tetapi duduk harmonis bersama di dalam ruangan dengan suara yang tenang berpendapat, 
Demi kebaikan bangsa
Itulah demokrasi yang indah

William~

Fotografi Demokrasi (Suasana Kampanye)

Poster Kampanye di Malam hari


"Suasana Kampanye dimalam hari. Poster Kampanye dimalam hari dekat rumahku"

Jumat, 24 Januari 2014

Membangun Rumah Ramah Lingkungan

Membangun hunian tropis harus diperhitungkan dengan membuat plafon yang tinggi dan ventilasi silang.

Arsitektur rumah hijau selalu memiliki ciri tersendiri, biasanya desain ini selalu memadukan bangunan hemat energi dan menggunakan material ramah lingkungan yang sangat berkontribusi terhadap penurunan konsumsi energi. “Desain bangunan hijau atau yang biasa dikenal dengan desain hemat energi, selalu membatasi lahan terbangun, layoutsederhana untuk efisiensi ruang, efisiensi bahan, dan menggunakan kualitas bangunan bermutu serta material ramah lingkungan,” ungkap arsitek Rizky Artando.

Biasanya pada desain rumah hijau dibangun di atas lahan yang terbatas sehingga menggunakan model layout yang sederhana atau menggabungkan fungsi ruang sekaligus. Misalkan ruang tamu yang juga difungsikan sebagai ruang keluarga. Karena efisiensi ruang tersebut, sebagai gantinya Anda bisa memanfaatkan penggunaan teras untuk tempat menerima tamu. Di bagian ini, Anda bisa meletakkan kursi taman atau kursi kayu dengan meja yang tidak terlalu besar.

“Selain efisiensi ruang, yang paling menonjol dari desain bangunan hijau ini adalah pemanfaatan atap bangunan sebagai taman atap. Penerapan taman atap pada bangunan hijau memiliki nilai ekologi tinggi, salah satunya dapat menurunkan suhu udara dalam rumah,” ungkap arsitek Rizky, asal Sumatra Barat ini. Penggunaan material yang pas bisa membantu menghasilkan bangunan rumah yang berkualitas dan ramah lingkungan.

“Untuk pemilihan material, sebaiknya gunakan yang mudah dijangkau untuk membantu mengurangi pengeluaran biaya yang tidak perlu dan ramah lingkungan,” tutur Rizky. Anda pun bisa memanfaatkan material bekas pakai yang kondisinya masih bagus. Contohnya, material bambu yang biasanya digunakan sebagai pemanis di taman. Namun, kali ini Anda bisa menggunakan pembatas dinding di area dalam.

Desain rumah masa kini tidak lagi terpaku pada gaya atau tampilan luarnya saja, namun juga perlu mempertimbangkan kelestarian lingkungan, terutama dalam menghadapi pemanasan global. Desain rumah ramah lingkungan bisa Anda rencanakan sejak awal sehingga rumah tidak hanya indah, tapi juga sehat. (aprilia s andyna)  

Sumber: koran-sindo.com/node/340657

CROSS VENTILATION
Di negara tropis seperti Indonesia, rumah tinggal sebaiknya dilengkapi ventilasi silang agar memungkinkan terjadinya perputaran udara secara terus menerus. Dengan demikian, tidak ada udara kotor di bagian dalam ruangan akibat perebutan udara oleh penghuni rumah.
Pengertian Ventilasi Silang (Cross Ventilation)
Ventilasi silang atau cross ventilation adalah dua bukaan berupa jendela atau pintu yang letaknya saling berhadapan di dalam satu ruangan. Ventilasi ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan zona bertekanan tinggi dan rendah yang tercipta oleh udara. Perbedaan tekanan pada kedua sisi bangunan akan menarik udara segar memasuki bangunan dari satu sisi dan mendorong udara pengap keluar ruangan dari sisi lain.

Standar ideal ( Syarat-Syarat)
Ukuran bukaan untuk ventilasi silang yang ideal bergantung pada luas ruangan. Menurut arsitek Tiffa Nur Latiffa, Standar Nasional Indonesia mensyaratkan luas bukaan termasuk fungsi untuk memasukkan cahaya, adalah minimal 20 persen dari luas lantai ruangan.
"Khusus untuk lubang ventilasi di rumah tinggal seperti jendela, disyaratkan minimal 5 persen dari luas ruangan," ujar Tiffa.
"Sementara untuk bangunan kantor, pabrik, dan sebagainya adalah 10 persen dari luas ruangan," lanjutnya. Idealnya setiap ruangan di dalam rumah harus mengaplikasikan ventilasi silang agar selalu bersentuhan langsung dengan udara luar.
Sementara menurut arsitek Wijoyo Hendromartono, ventilasi silang sebaiknya dibuat bersilangan atas bawah atau menyerong kiri kanan. Untuk persilangan atas bawah, sebaiknya lubang keluar udara berada di bagian atas karena udara panas bersifat lebih ringan.
Aliran angin juga dipengaruhi oleh hambatan yang berada di bagian tengah ruangan. Misalnya, semakin besar furnitur yang berdiri di antara ventilasi silang, maka semakin berkurang pula energi kinetik dan kecepatan angin. Dengan demikian, hindari meletakkan benda-benda berukuran besar antara ventilasi silang yang dapat menghambat perputaran udara.

Meningkatkan kualitas udara
Ventilasi silang dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan serta mendukung gaya hidup produktif dan sehat. Dengan penggunaan ventilasi silang, pemilik rumah dapat menghemat biaya pemakaian AC karena selalu diliputi hawa sejuk.
Selain itu, ventilasi silang juga dapat mendorong zat-zat kimia yang menumpuk di dalam rumah dan mengurangi kelembaban yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur. Karena aplikasi ventilasi silang yang ideal membutuhkan analisis tentang zona udara di sebuah rumah, pemilik sebaiknya memperhitungkan jalur angin yang melewati rumahnya.
Pemilik rumah juga dapat berdiskusi dengan tenaga ahli tentang penempatan pintu dan jendela yang tepat agar udara dapat melintasi ruangan dengan baik. (Aghnia Sofyan)
 

Sumber: http://properti.kompas.com/read/2012/01/16/11250277/Seperti.Apa.Ventilasi.Silang.yang.Ideal

Hunian dengan Konsep "Membumi"

Penerapan desain yang berwawasan lingkungan telah berkembang pesat di berbagai kawasan perumahan di Indonesia. Desain inilah yang diterapkan arsitek Achmad D Tardiyana atau yang akrab disapa Apep pada rumah tinggalnya yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

Ada dua aspek yang menjadi dasar pertimbangan Apep dalam merancang rumah seluas 330m tersebut. Pertama, ia ingin agar rumah ini kontekstual baik terhadap sosial masyarakat maupun keadaan lingkungan sekitar yang berupa perkampungan padat penduduk dengan pemandangan ke arah lembah. Kedua, biaya yang dimilikinya terbatas untuk membangun rumah ini. Oleh karena itu dalam pendekatan desainnya, Apep memilih wujud rumah yang pada tipologi bangunan disekitarnya, yakni bangunan dua lantai dengan atap pelana dan massa bangunan yang “ramping”.

Halaman muka rumah dipagari oleh tanaman dan turap batu kali sehingga fasad terasa lebih bersahabat. Dalam penataan ruang, Apep memakai lantai dasar rumahnya untuk ruang multifungsi, yakni area perpustakaan sekaligus ruang diskusi jika ada tamu yang berkunjung. Tempat duduk di area ini didesain menyerupai teater semi outdoor dengan penyekat berupa deretan lemari rak buku yang mudah digeser untuk memberikan akses masuk saat diperlukan.

Di lantai satu, Apep menata balkon untuk area duduk bersantai, ruang menonton TV yang menyatu dengan ruang makan dan dapur serta satu kamar tidur dengan kamar mandi. Di lantai dua, terdapat satu ruangan luas untuk ruang kerja, ruang perpustakaan, kamar tidur utama dan balkon yang seolah-olah “menyembul” di tengah atap rumah. Untuk konstruksi rumah yang ekonomis, Apep memakai material yang lebih murah berupa bahan lokal seperti bambu, batu bata dan kayu bekas perahu yang didaur ulang.


Sumber: http://majalahasri.com/hunian-dengan-konsep-membumi/

Pidato Natal

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,
Yth. Ketua Yayasan SMA Pondok Daun,
Yth. Kepala Sekolah SMA Pondok Daun,
Yth. Dewan Guru dan Staff karyawan SMA Pondok Daun, serta siswa-siswi Pondok Daun yang saya cintai.
  
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat dan karuniaNya kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat.

Saudara-saudara yang saya hormati,
Pada kesempatan ini, izinkanlah saya untuk membacakan pidato singkat tentang natal yang sesuai dengan tema natal kita, yakni natal yang membawa perubahan bagi bumi kita. Sebelum itu saya juga berterima kasih kepada teman-teman panitia natal serta semua teman-teman yang telah membantu menyiapkan acara natal tahun ini.

Saudara-saudara yang saya hormati,
Mungkin dalam hatinya bertanya-tanya, apa hubungannya natal dengan bumi. Hubungan natal dengan perubahan bumi, yakni kita sebagai manusia yang telah di ciptakan Allah dan di utus ke dalam dunia adalah untuk menjaga dan memelihara bumi ini. Dari kata menjaga sudah jelas kita diperintahkan untuk merawat, melindungi, dan tidak merusak alam yang telah di ciptakan Allah, dan dari kata memelihara kita diperintahkan untuk membuat bumi kita menjadi lebih indah.
Tetapi seringkali manusia lupa dan lalai dalam menjalankan tugasnya. Bumi yang dulunya indah dan nyaman berubah menjadi bumi yang penuh dengan bencana. Bencana yang terjadi di mana- mana, kekurangan sumber daya alam yang semakin meningkat, kesenjangan sosial yang terjadi akibat sudah tidak nyamannya lagi bumi ini, sakit penyakit yang semakin bertambah, siklus musim yang tidak teratur, flora fauna yang lambat laun semakin punah, dan lain sebagainya. Keadaan ini sangat jauh dari yang semula telah di perintahkan Tuhan.

Saudara-saudara yang saya hormati,
Marilah bersama-sama kita merayakan natal kali ini dengan membawa perubahan bagi bumi kita, dengan bersahabat denganya, layaknya sebagai sahabat yang saling membutuhkan dan membantu.

Saudara-saudara yang saya hormati,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga pidato ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Akhirnya, saya mohon maaf jika terdapat kata-kata yang salah atau kurang berkenan di hati Bapak, Ibu, dan hadirin semuanya.

Terima kasih dan selamat hari Natal.
Tuhan Yesus Memberkati.

Karya William